Sabtu, 17 Juli 2010

Masa Orientasi Siswa di SMA Negeri 1 Teluk Gelam Sumatera Selatan Kab. OKI

Alhamdulillah, meskipun tergolong sangat baru menjadi seorang guru, saya telah diberikan kepercayaan oleh Kepala SMA N 1 Teluk Gelam, Makasih Pak, untuk ikut serta dalam kepanitiaan MOS pada tanggal 7,8,9 Juli 2010 (pdhl ada 7 teman lain loh, gak tanggung-tanggung ngisi 2 materi).

Yennipun semakin senang berada disekitar siswa-siswi, karena pada dasarnya yenni memang sangat senang berkumpul berada disekitar anak-anak. Dengan berada disekitar mereka, yenni merasa berada di dunia mereka yang penuh dengan warna-warni yang menghidupkan semangat yenni untuk menjadi yang terbaik dan menjadi panutan bagi mereka. Semangat!;)

Kegiatan MOS hari pertama yaitu pada tanggal 7 Juli 2010 diawali dengan upacara yang tentunya menjadi pembina upacara adalah Kepala SMA N 1 Teluk Gelam, Drs. H. Muchlisin.

MOSpun dibuka dengan adanya sambutan dari Kepala Sekolah disertai dengan pemberian (seperti pada gambar) secara simbolis memberikannya kepada dua orang siswa (yang mewakili).


Siswa-siswa baru dibagi dalam empat kelompok/gugus, yaitu gugus 1, gugus 2, gugus 3, dan gugus 4. Setelah upacara penyambutan tersebut, para siswa masuk kedalam masing-masing kelas sesuai dengan gugusnya masing-masing untuk memperoleh materi MOS yang tentunya diisi oleh para guru SMA Negeri 1 Teluk Gelam. Adapun materi yang diberikan seperti: Wawasan Wiyata Mandala, Pemuda Harapan Bangsa, Kedisiplinan, KTSP, dan sebagainya.

Setiap gugus terdapat kakak tingkat yaitu siswa-siswi dari OSIS yang bertanggungjawab guna kelancaran MOS.

Pada kegiatan MOS pada hari kedua, yaitu tanggal 8 Juli 2010, kegiatan upacara dipimpin dengan Muksin, S.Pd selaku pembina upacara.

Sama halnya dengan kegiatan MOS pertama, materi MOS juga disampaikan oleh para guru di dalam kelas.

Sedangkan kegiatan MOS pada hari ketiga merupakan ajang unjuk gigi bagi para siswa-siswi dari masing-masing ekstrakulikuler yang ada di SMA Negeri 1 Teluk Gelam. Sebelum ajang unjuk gigi tersebut dimulai, terlebih dahulu dilakukan upacara dengan Zwesty Wulandari selaku pembina upacara. Setelah upacara selesai, siswa-siswi kelas X diberi kesempatan untuk mengganti pakaian olah raga (tentunya masing memakai baju olah raga waktu mereka masing SMP). Disini siswa-siswi kelas X diminta untuk menggunakan atribut-atribut layaknya para siswa MOS pada umumnya. Seperti menggunakan pita rambut + topi kerucut berwarna sesuai dengan gugus masing-masing, kalung permen, dll.

Adapun ajang unjuk gigi yang ditampilkan adalah:
  1. Paskibra
  2. Pramuka
  3. English Club
  4. Rohis
Namun berhubung waktu tidak memadai, maka ajang unjuk gigi yang ke-4 tidak bisa ditampilkan yaitu kegiatan dari siswa-siswi ekstrakulikuler Rohis. Maaf ya nak...:).

Upacara penutupan MOSpun dilakukan upacara penutupan, secara simbolis Kepala Sekolah melepas kembali kalung dari siswa-siswi perwakilan. Maka berakhirlah acara MOS tahun 2010-2011.

Eit,,,, para gurupun ga ketinggalan moment yang berharga. Yaitu ikut berfoto ria, berikut beberapa foto yang diambil dari kamera yang dibawa Yenni ;).

(belum selesai ya,,,,, to be continued, heeeee;))

Senin, 01 Maret 2010

Aktivasi Otak Tengah di Novotel, GMC

Aktivasi Otak Tengah adalah suatu penemuan fenomenal dalam pendidikan anak. Teori penggunaan otak tengah sebenarnya telah banyak dilakukan pada banyak negara negara di Asia terutama Jepang. Jepang telah lama melakukan praktek aktivasi otak tengah pada anak-anak.Seorang anak yang telah diaktivasi otak tengah akan memiliki kemampuan lebih dibandingkan dengan anak yang otak tengahnya belum di aktivasi.
Kegiatan dengan mata tertutup adalah suatu kegiatan yang paling nyata dapat dilihat. Seorang anak yang telah diaktivasi otak tengahnya (Mid Brain Activated) dapat mempunyai kemampuan luar biasa. Kemampuan ini bahkan sering kali dipertontonkan secara menakjubkan dalam program hiburan sulap. Setelah melihat kemampuan anak yang telah diaktivasi, sebagian besar acara pertandingan sulap di The Master menjadi kurang menarik. Karena hal ini dapat dilakukan sendiri oleh anak-anak polos yang hanya mengikuti training aktivasi otak tengah selama 2 hari. Kemampuan dasar yang dapat dilakukan adalah ‘melihat’ kartu dengan mata ditutup (blind fold). Christofle (9 thn) misalnya, setelah mengikuti training aktivasi otak tengah, dapat mengurutkan seluruh kartu remi sesuai dengan angka, warna dan bentuk gambar kartu dengan mata tertutup. Ia dapat mempergunakan indra raba untuk melihat pola dan warna lengkap dengan angka hanya dengan penglihatan kulit (Skin Vision).

Kemampuan lain yang dapat dilakukan oleh anak-anak ini adalah berjalan dengan mata ditutup, tanpa menabrak. Dilakukan percobaan pada seorang anak yang berjalan dengan mata ditutup kain. Seseorang sengaja menghalangi jalan didepannya. Dia serta merta dapat menghindari rintangan tersebut tanpa menyentuhnya. Seorang anak bahkan dapat mengenali ayahnya diantara kerumunan orang-tua lainnya, tanpa menyentuh dan mendengar suaranya.

Pada tingkatan yang lebih lanjut seorang anak diharapkan dapat ‘melihat’ benda dibalik tembok atau didalam kotak. Ia bahkan dapat menghitung uang yang terdapat dalam dompet seeorang di hadapannya tanpa orang tersebut mengeluarkan dompetnya. Jika seorang anak rajin melatih fungsi otak tengahnya bahkan dia dapat mengharapkan membaca dokumen yang terletak dalam posisi tertutup.

Kemampuan prediksi (memperkirakan apa yang akan terjadi beberapa saat kemudian) adalah kemampuan yang lebih tinggi yang dapat di miliki oleh seorang anak. Seorang anak yang telah mendapat aktivasi otak tengah dapat ‘menduga’ kartu apa yang akan muncul pada saat orang tersebut masih mengocok kartunya. Begitu selesai mengocok, dan memilih sebuah kartu, orang tersebut mengambil sebuah kartu yang ternyata tepat seperti ‘dugaan’ sang anak tersebut.

Aktivasi otak tengah bukanlah suatu hal yang magis atau berbau supranatural. Aktivasi otak tengah dilakukan dengan secara ilmiah. Aktivasi otak tengah ini banyak mempergunakan gelombang otak Alpha. Gelombang otak Alpha di buktikan secara ilmiah adalah gelombang otak yang muncul dominan pada saat kita dalam keadaan relax dan paling kreatif. Gelombang otak ini biasanya dominan pada saat kita bangun tidur, atau dalam keadaan relax di toilet, atau bahkan sedang berendam air panas di bathtub. Tidak heran mengapa Archimedes menemukan hukum Achimedes pada saat dia mandi.

Otak tengah yang teraktivasi memancarkan gelombang otak yang mirip seperti radar. Hal ini membuat pemiliknya mampu melihat benda dalam keadaan mata tertutup. Pada dasarnya, gelombang tersebut terletak di bawah hidung. Hanya mampu mendeteksi benda yang terletak sedikit di bawah hidung.

Latihan yang teratur dapat membuat sang anak menjadi lebih kuat dan mampu melihat benda yang terletak lebih tinggi lagi. Bahkan ada beberapa anak yang dapat medeteksi sampai 360 derajat. Hal itu berarti mereka dapat mendeteksi benda yang terletak di belakang, atas dan semua arah.

Training aktivasi otak tengah telah mulai dilakukan di Indonesia. Saat ini belum banyak orang yang mengetahui keberadaan dari training ini. Training biasanya dilakukan selama 2 hari. Pada saat itu juga biasanya dilakukan training untuk para orang tua. Seperti juga bidang keahlian lainnya, orang tua berperan besar untuk dapat membantu anak mengembangkan potensi otak tengah mereka. Seorang anak dengan otak tengah yang kuat, diharapkan dapat mengembangkan otak kanan dan otak kiri secara lebih maksimal sehingga mereka dapat masuk kategori jenius. Bukan hanya dalam otak kiri (IQ, intelektual) , atau otak kanan (emosional, EQ) tetapi juga dalam ‘Loving Inteligence’. Mereka adalah individu yang seimbang dan mengasihi orang lain seperti sang pencipta mengasihi dia. Sayangnya training aktivasi otak tengah ini hanya dapat dilakukan untuk anak umur 5 – 15 tahun saja.

Untuk Palembang sendiri, telah dilakukan pada tanggal 13-14 Februari 2010 di Novotel, dan pada tanggal 27-28 Februari 2010 di Novotel.

Guru Yeyen dengan beberapa siswanya:

Guru Yeyen dengan guru Putri:

Guru yeyen dengan para guru:

Setelah diaktivasi ada anak-anak yang tertidur pulah nich;), guru yeyen foto ya......:)

Yang lebih tua jagain yang lebih muda ya?

Sesi Orang Tua ya.....:)

Congratulation!

Selasa, 09 Februari 2010

Pelatihan di Pustekkom bagi Mahasiswa Teknologi Pendidikan PPs UNSRI 2008

Para ahli dan cendikian Islam telah menetapkan beberapa ciri seorang guru yang baik. Dengan ciri-ciri berikut, seorang guru diharapkan dapat menjadi guru yang ahli di bidangnya. Adapun ciri-ciri tersebut adalah:

Ikhlas dalam Mengemban Tugas sebagai Seorang Pengajar
Seorang guru harus mempunyai falsafah hidup bahwa tugasnya yang ia emban merupakan bagian dari ibadah. Tentu saja suatu ibadah tidak akan diterima Allah SWT apabila tidak disertai dengan keikhlasan. Amat jauh perbedaan antara seorang guru yang ikhlas dan saleh dengan seorang guru yang tidak ikhlas dan tidak saleh. Seorang pelajar biasanya dapat berprestasi karena keikhlasan dan kesalehan gurunya. Hal tersebut dijamin oleh Allah dalam firman-Nya : “Hendaklah kalian menjadi orang-orang yang rabbani (orang yang sempurna ilmu dan takwanya kepada Allah), karena kalian selalu mengajarkan Al-Kitab dan disebabkan kalian tetap mempelajarinya,” (QS Ali Imran [3]: 79).

Karena itu, dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang pengajar, sebaiknya seorang guru juga mampu mendidik anak didiknya dengan keikhlasan dan berharap kelak anak didikpun akan memiliki keikhlasan dalam hidupnya. Amin.

Memegang Amanat dalam Menyampaikan Ilmu
Bagi seorang guru, ilmu merupakan amanat dari Allah yang harus disampaikan kepada anak didiknya dengan tanpa ada yang dikurangi. Ia juga harus menyampaikannya sebaik dan sesempurna mungkin. Jika ada seorang guru menahan atau menyembunyikan ilmu yang dimilikinya, maka ia berarti telah berkhianat pada amanat yang telah diberikan Allah kepadanya.

Secara umum Allah telah memerintahkan untuk menyampaikan amanat (kepada yang berhak), termasuk amanat ilmu. Allah Swt. berfirman, “Sesungguhnya Allah menyuruh kalian untuk menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kalian) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kalian menetapkan dengan adil ,” (QS An-Nisa [4]: 58). Rasulullah Saw. juga bersabda, “Seseorang yang tidak mempunyai sifat amanah tidak dapat dikatakan beriman. Seseorang yang tidak menunaikan perjanjian tidak dapat dikatakan mempunyai agama,” (HR Ahmad).

Karena itulah, begitu besarnya peranan seorang guru dalam menyampaikan amanat yaitu ilmu yang bermanfaat bagi peserta didik kelak ia berada di lingkungan masyarakat. Guru mendidik siswa untuk berlaku sopan kepada orang yang lebih tua dengan mengajar bagaimana berperilaku sopan. Hal tersebut dilakukan guru dengan besar harapan peserta didiknya akan berkelakuan sopan kepada orang yang lebih tua dari. Amin.

Memiliki Kompetensi dalam Ilmunya
Sudah menjadi keharusan bagi seorang pengemban tugas sebagai pengajar untuk memiliki penguasaan yang cukup atas ilmu yang akan ia ajarkan. Ia juga dapat menggunakan sarana-sarana pendukung dalam menyampaikan ilmu. Allah memerintahkan setiap orang untuk menyelesaikan pekerjaannya sesuai dengan yang diinginkan-Nya. Karakter ini berlandaskan sabda Rasulullah Saw. berikut: “Sesungguhnya Allah menyukai seorang di antara kalian yang bila bekerja ia menyelesaikan pekerjaannya (dengan baik),” (HR Al-Baihaqi).
Adapun salah satu yang bisa dilakukan guru dalam mengembangkan kompetensi yang dimilikinya adalah selalu mampu mengikuti kemajuan IPTEK. Guru mampu melakukan pengembangan diri terhadap kemampuan mendaya ciptakan media yang berteknologi sederhana namun besar manfaatnya bagi peserta didik.