Selasa, 09 Februari 2010

Pelatihan di Pustekkom bagi Mahasiswa Teknologi Pendidikan PPs UNSRI 2008

Para ahli dan cendikian Islam telah menetapkan beberapa ciri seorang guru yang baik. Dengan ciri-ciri berikut, seorang guru diharapkan dapat menjadi guru yang ahli di bidangnya. Adapun ciri-ciri tersebut adalah:

Ikhlas dalam Mengemban Tugas sebagai Seorang Pengajar
Seorang guru harus mempunyai falsafah hidup bahwa tugasnya yang ia emban merupakan bagian dari ibadah. Tentu saja suatu ibadah tidak akan diterima Allah SWT apabila tidak disertai dengan keikhlasan. Amat jauh perbedaan antara seorang guru yang ikhlas dan saleh dengan seorang guru yang tidak ikhlas dan tidak saleh. Seorang pelajar biasanya dapat berprestasi karena keikhlasan dan kesalehan gurunya. Hal tersebut dijamin oleh Allah dalam firman-Nya : “Hendaklah kalian menjadi orang-orang yang rabbani (orang yang sempurna ilmu dan takwanya kepada Allah), karena kalian selalu mengajarkan Al-Kitab dan disebabkan kalian tetap mempelajarinya,” (QS Ali Imran [3]: 79).

Karena itu, dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang pengajar, sebaiknya seorang guru juga mampu mendidik anak didiknya dengan keikhlasan dan berharap kelak anak didikpun akan memiliki keikhlasan dalam hidupnya. Amin.

Memegang Amanat dalam Menyampaikan Ilmu
Bagi seorang guru, ilmu merupakan amanat dari Allah yang harus disampaikan kepada anak didiknya dengan tanpa ada yang dikurangi. Ia juga harus menyampaikannya sebaik dan sesempurna mungkin. Jika ada seorang guru menahan atau menyembunyikan ilmu yang dimilikinya, maka ia berarti telah berkhianat pada amanat yang telah diberikan Allah kepadanya.

Secara umum Allah telah memerintahkan untuk menyampaikan amanat (kepada yang berhak), termasuk amanat ilmu. Allah Swt. berfirman, “Sesungguhnya Allah menyuruh kalian untuk menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kalian) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kalian menetapkan dengan adil ,” (QS An-Nisa [4]: 58). Rasulullah Saw. juga bersabda, “Seseorang yang tidak mempunyai sifat amanah tidak dapat dikatakan beriman. Seseorang yang tidak menunaikan perjanjian tidak dapat dikatakan mempunyai agama,” (HR Ahmad).

Karena itulah, begitu besarnya peranan seorang guru dalam menyampaikan amanat yaitu ilmu yang bermanfaat bagi peserta didik kelak ia berada di lingkungan masyarakat. Guru mendidik siswa untuk berlaku sopan kepada orang yang lebih tua dengan mengajar bagaimana berperilaku sopan. Hal tersebut dilakukan guru dengan besar harapan peserta didiknya akan berkelakuan sopan kepada orang yang lebih tua dari. Amin.

Memiliki Kompetensi dalam Ilmunya
Sudah menjadi keharusan bagi seorang pengemban tugas sebagai pengajar untuk memiliki penguasaan yang cukup atas ilmu yang akan ia ajarkan. Ia juga dapat menggunakan sarana-sarana pendukung dalam menyampaikan ilmu. Allah memerintahkan setiap orang untuk menyelesaikan pekerjaannya sesuai dengan yang diinginkan-Nya. Karakter ini berlandaskan sabda Rasulullah Saw. berikut: “Sesungguhnya Allah menyukai seorang di antara kalian yang bila bekerja ia menyelesaikan pekerjaannya (dengan baik),” (HR Al-Baihaqi).
Adapun salah satu yang bisa dilakukan guru dalam mengembangkan kompetensi yang dimilikinya adalah selalu mampu mengikuti kemajuan IPTEK. Guru mampu melakukan pengembangan diri terhadap kemampuan mendaya ciptakan media yang berteknologi sederhana namun besar manfaatnya bagi peserta didik.

Tidak ada komentar: